Jumat, 04 Oktober 2024

Peran Guru di Era Milenial

 

Perjuangan guru dalam perspektif semua elemen bangsa sudah tidak diragukan lagi. Guru berperan lintas generasi, menjadi nahkoda bagi anak-anak bangsa yang ingin berbakti untuk agama, bangsa dan negara. Seorang guru memiliki tanggungjawab yang berat, yaitu memainkan peran sosial ganda sekaligus yaitu memberi keteladanan dalam keluarga sekaligus di sekolah atau madrasah. Guru bisa menjadi orang tua bagi segenap peserta didiknya, namun juga bisa menjadi penyejuk di keluarganya sendiri.

Dengan demikian, peran keteladanan tidak terbatas pada jam formal sekolah/madrasah, tetapi diwajibkan melakoni peran serupa di luar sekolah/madrasah. Dalam hal intelektualitas dan moralitas juga terpancar dari diri seorang guru. Hal demikian itulah yang menjadi kelebihan guru dibanding profesi lainnya.Keteladanan Moral Profesi guru selalu berada dalam ruang dan dimensi mengajar dan belajar yang tiada henti disertai keteladanan moral. Di sinilah letak keluhuran dan keontetikan profesi guru. 

Dewasa ini, seiring dengan bebas dan mudahnya orang mengakses informasi, banyak kalangan yang mulai menganggap belajar bisa dilakukan tanpa harus ada arahan seorang guru. Khusus dalam ilmu-ilmu agama, hal ini jelas sangat tidak dianjurkan karena bisa membawa seseorang ke jalan yang tidak benar.Biasanya, orang-orang yang merasa tidak perlu adanya guru mereka akan memanfaatkan media sosial seperti Facebook, YouTube, Instagram, dan lain sebagainya.

Kita sebagai umat muslim perlu hati-hati dengan fenomena ini karena ketika seseorang sudah merasa bisa tanpa bantuan guru, maka dikhawatirkan ilmunya tidak akan barokah. Menuntut ilmu memang sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslim, laki-laki maupun perempuan. Sebagaimana dikatakan dalam sebuah hadis dari Ibnu Abdil Barr ra, Rasulullah bersabda, طلب العلم فريضة على كلّ مسلم ومسلمة , Artinya: "Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan."

Syekh Az-Zarnuji di dalam kitab yang masyhur disebut Kitab Alala menuliskan sebuah syair dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra yang artinya:"Ingatlah! Engkau tidak akan mendapatkan ilmu kecuali dengan memenuhi enam syarat. Saya akan beritahukan keseluruhannya secara rinci. Yaitu: Kecerdasan, kemauan, sabar, biaya, bimbingan guru, dan waktu yang lama."

Oleh sebab itu, guru menjadi elemen penting ketika mencari ilmu karena ibarat sumur dan ember, gurulah sumur itu yang berarti menyediakan sumber ilmu. Rasulullah saw juga sangat memberi perhatian pada pentingnya seorang guru.

Beliau bersabda, "Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu." (HR. Thabrani)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Peran Guru di Era Milenial

  Perjuangan guru dalam perspektif semua elemen bangsa sudah tidak diragukan lagi. Guru berperan lintas generasi, menjadi nahkoda bagi anak-...